Sertifikasi Musyrif MBS Putri Kutim

Sebagai wujud komitmen menghadirkan Pesantren yang unggul dan berkualitas, MBS Putri Kutim menyelenggarakan program sertifikasi bagi para Musyrif/Musyrifah-nya. Program sertifikasi Musyrif Dasar ini telah dilaksanakan pada 8-9 Agustus 2023 di aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kutai Timur dengan menghadirkan Drs. Miftahul Jinan, M.Pd.I., LCPC, konsultan Pendidikan Sekolah dan Pesantren Nasional sekaligus Direktur Griya Parenting Indonesia.

Pengelola MBS Putri Kutim melihat bahwa asrama pesantren adalah rumah kedua bagi santri. Oleh karenanya, ia harus selalu bersih, rapi, indah, dan nyaman untuk dijadikan tempat belajar dan beribadah. Lebih dari itu, para Musyrif/Musyrifah yang mendampingi para santri/santriwati di Asrama juga adalah sosok-sosok penting bagi perkembangan para santri/santriwati di Pesantren.

Menurut Ustz. Naila, Direktur Pesantren MBS Putri Kutim, dengan mengikuti Sertifikasi Musyrif Pesantren Basic Program ini diharapkan:

  1. Musyrif mempunyai kesadaran akan kebersihan, kerapian dan juga kenyamanan asrama santri.
  2. Musyrif mampu mendampingi santri dalam membangun tanggung jawab akan kebersihan, kenyamanan dan kerapian lemari, kamar serta lingkungan asrama.
  3. Musyrif mempunyai kapasitas dalam membuat peraturan dan prosedur asrama serta mampu menegakkannya.

Kegiatan ini diikuti tidak hanya dari Musyrif/Musyrifah MBS Putri Kutim, tapi juga dari Pesantren/Lembaga lain seperti MBS Putra Kutim, Pesantren Paqusatta, Ponpes At-Tanwir Sangkulirang, MA Darul Fitrah, MTs PIQ3, Ponpes Hubbul Wathan, Ponpes Ar Rahilah Teluk Pandan, Ponpes DarusSholah, dll. Total jumlah peserta adalah 43 orang yang berasal dari 12 instansi pesantren.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ust. Iffan Fanani, selaku penggagas program, menyampaikan dalam sambutannya bahwa pesantren saat ini memiliki peran strategis dan prospek yang semakin baik ke depannya, termasuk di Kutai Timur. Lebih jauh, beliau berpesan kepada semua peserta untuk mengedepankan semangat kolaborasi antar pesantren/lembaga. Sehingga nantinya semua pesantren di Kutai Timur akan mampu mencetak santri yang unggul dan berkualitas.

 

Workshop yang terdiri dari pemaparan teori 30% dan praktik 70% mengedepankan aplikasi di lapangan, sehingga praktik langsung bedah kamar di pesantren juga dilakukan pada hari pertama sesi terakhir.

Peserta baru akan menerima sertifikat kelulusan sertifikasi setelah menyelesaikan secara rutin minimal 30 hari tantangan pembiasaan dari workshop ini.

 

Kegiatan ini merupakan inisiatif dari MBS Putri Kutim dan Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah Kutim didukung oleh MBS Putra Kutim, Paqusata, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Baznas Kutim, LAZ Sinergi, PT KPC, DKM Pama, Masjid Bahrul Ulum, Mamintanan, Majlis Azzahra, Mikajo Bakery dan Omah Sambal.

 

Terima kasih atas dukungan seluruh pihak sehingga kegiatan ini berjalan dengan sangat baik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top